"KEBENARAN TIDAK DITENTUKAN OLEH SEDIKIT BANYAKNYA ORANG YANG BERKATA BAHWA ITU BENAR"

Karbala Berduka

Karbala Berduka
Ya, Syahid! Ya, Madzhlum! Ya, Imam! Ya, Husein!

Jumat, 04 Maret 2011

BEBERAPA AJARAN PENUH CINTA DARI RASULULLAH YANG MULIA

JUJUR PANGKAL MULIA

Berkata jujur itu adalah kebiasaan yang sangat baik. Apabila kita selalu berkata jujur dan tidak berkata apapun selain kejujuran maka kita akan senantiasa terhindar dari masalah yang seringkali timbul dari ketidak-jujuran yang kita lakukan. Berikut ini sebuah cerita tentang seorang lelaki yang seringkali berkelakuan tidak baik akan tetapi ia telah berjanji kepada Rasulullah bahwa ia akan senantiasa berkata jujur. Karena janjinya itu ia bisa terselamatkan dari masalah. 

Ketika orang itu datang menjumpai Rasulullah dan ia berkata, "Ya, Rasulullah! Aku ini punya banyak sekali kebiasaan buruk yang seringkali aku lakukan. Yang mana yang seharusnya aku tidak lakukan terlebih dahulu?". Rasulullah menjawab, "Janganlah engkau berdusta atau berkata bohong lagi dan selalulah engkau berkata jujur dan benar". Orang itu kemudian berjanji kepada Rasulullah untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah dan iapun kemudian pergi. 

Pada suatu malam orang itu hendak pergi mencuri karena ia hanya berjanji untuk tidak berkata dusta atau bohong saja; sementara itu pada saat yang bersamaan, ia tidak pernah berjanji untuk meninggalkan buruk dia yang lain. Sebelum ia berangkat hendak mencuri, ia berpikir sejenak ingat akan janjinya kepada Rasulullah (saaw). "Apabila esok hari Rasulullah bertanya padaku kemana saja aku pergi pada malam hari sebelumnya, apa yang aku harus katakan? Apakah aku harus berbicara jujur saja kalau aku malam ini aku hendak pergi berangkat mencuri? Tidak, tidak mungkin aku mengatakan itu kepada Rasulullah. Tapi aku juga tidak bisa berkata dusta di depan Rasulullah. Kalau aku berbicara apa adanya, maka orang-orang akan membenci aku dan akan memanggilku sebagai seorang pencuri. Kalau mereka tahu aku ini mencuri maka aku akan dihukum karena telah mencuri". Jadi malam itu orang tersebut tidak mencuri, dan ia akhirnya menghentikan kebiasaan buruknya itu. 

Pada hari berikutnya, ia ingin melakukan kebiasaan buruknya yang lain yaitu meminum minuman keras. Ketika ia hendak melakukan itu, ia juga teringat akan janjinya kepada Rasulullah. Ia berkata pada dirinya sendiri, "Apa yang harus aku katakan pada Rasulullah nanti kalau seandainya Rasulullah bertanya padaku apa yang aku lakukan sepanjang hari ini? Aku sudah pasti tidak mungkin berkata bohong karena aku sudah berjanji. Tapi kalau aku berkata jujur maka orang-orang akan membenciku, karena seorang Muslim tidak diperbolehkan meminum minuman keras". Dan akhirnya ia juga tidak meneruskan kebiasaan buruknya itu. Ia berhenti meminum minuman keras mulai hari itu. 

Sejak saat itu, kapanpun orang tersebut berpikir untuk melakukan sebuah perbuatan buruk maka ia akan serta merta teringat kepada janjinya yang diucapkan di depan Rasulullah. Dengan cara seperti ini, kapanpun orang itu berpikir untuk melakukan suatu perbuatan buruk, ia segera teringat akan janjinya yaitu untuk senantiasa berkata jujur. Satu demi satu, ia menghentikan kebiasaan buruknya dan kemudian akhirnya ia menjadi seorang Muslim yang sangat baik dan saleh. 

Apabila kita senantiasa berkata jujur, maka kita akan menjadi orang baik nantinya. Kita akan menjadi seorang Muslim yang sangat diridhoi oleh Allah. Apabila Allah--sang maha pencipta--ridho dengan kita, maka Ia akan memberikan kita pahala yang berlimpah. Allah akan memberikan kita surga yang indah. Allah akan melimpahi kehidupan kita kelak dengan penuh berkah. 
____________________________________________________________________

catatan : pelajaran moral dari cerita tersebut di atas ialah apabila kita membuat janji harus ditepati. pelajaran moral lainnya ialah selalulah kita berkata jujur dan mengatakan kebenaran dan kita tidak boleh sekali-kali melanggar itu. Kalau itu dikerjakan kita akan senantiasa beserta dengan kebaikan, Insya Allah. 

____________________________________________________________________


UCAPKAN SALAM: SEBUAH AJARAN DALAM AGAMA CINTA

Nabi kita yang mulia mengajarkan kepada kita untuk mengucapkan salam kepada sesiapa yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal sebagai ungkapan cinta kepada sesama. 

"Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: 'Salamun'alaykum'. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang........" (QS. Al-An'aam: 54)

Rasulullah sedang duduk-duduk pada suatu hari bersama para sahabatnya dan mereka sedang bercengkrama satu sama lainnya. Pada saat mereka sedang bercengkrama seperti itu datanglah seseorang tanpa basa-basi dan bahkan tidak mengucapkan salam sama sekali (salam dalam Islam).

"Mengapa kau tidak mengucapkan salam?", "Mengapa engkau tidak berbasa-basi terlebih dahulu, mengapa kamu tidak meminta permisi terlebih dahulu?", tanya Rasulullah tetap dengan nada yang lembut seperti biasanya. 

"Kembalilah engkau ke tempatmu. Mintalah dahulu permisi dan ucapkanlah salam kepada kami sebelum engkau bergabung bersama kami", Rasulullah menyuruh orang itu untuk mengulangi cara dia masuk ke majelis tapi sekarang dengan perubahan yang baik yaitu dengan mengucapkan salam dan meminta ijin untuk bergabung bersama majelis mulia itu. 

Tentang ucapan salam itu sendiri Rasulullah memberitahukan kepada kita sebagai berikut:
"Wahai Muslimin! Kalian tidak akan masuk ke surga kecuali kalian senantiasa beramah tamah satu sama lainnya dan kamu sering mengucapkan salam satu sama lainnya ketika kalian berjumpa"

Ucapkanlah salam dengan suara cukup keras dan juga menjawab dengan cara yang sama
Allah mencintai orang-orang yang selalu mengucapkan salam dan memberinya balasan yang lebih baik dan keberkahan yang lebih daripada kepada orang yang menjawab salam. Ucapkanlah salam ketika bertemu pertama kali dan setelah itu kita boleh mengutarakan apa yang kita ingin utarakan.

Rasulullah (saaw) bersabda lebih lanjut: "Ketika kalian bertemu satu sama lainnya mulailah lebih dahulu dengan ucapan salam; dan ketika kalian berpisah satu sama lainnya ucapkanlah permintaan ma'af satu sama lainnya".

Imam Husein bin Ali (as) bersabda: 
"Ada tujuh puluh pahala yang diberikan kepada orang yang memulai 'mengucapkan salam' dan hanya ada satu pahala diberikan kepada orang yang membalas 'ucapan salam'" (Ketika ada dua orang bertemu satu sama lain, maka yang memulai mengucapkan salam akan mendapatkan pahala yang jauh lebih banyak daripada orang yang membalas ucapan salam itu).

Imam Ja'far as-Sadiq (as) bersabda: "Ia yang memulai terlebih dahulu mengucapkan salam lebih dicintai oleh Allah dan RasulNya"

____________________________________________________________

catatan Salam adalah sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti kedamaian dan kata sapaan yang artinya 'semoga kedamaian atasmu selalu'. Ucapan salam ini digunakan oleh semua kaum Muslim setiap hari dalam kehidupan sehari-hari. Ucapan salam itu juga termasuk sebagian dari ajaran yang diajarkan dalam Islam. 

____________________________________________________________________

DIALOG ANTARA RASULULLAH DAN SEORANG PENGEMBARA

Seorang pengembara datang ke mesjid untuk berjumpa dengan Rasulullah. setelah mengucapkan salam kepada Rasulullah, si pengembara itu ditanya darimanakah dia berasal. Si pengembara itu menjawab bahwa dia datang dari jauh dan ia datang menemui Rasulullah hanya karena ia ingin menanyakan beberapa buah pertanyaan yang menggelayuti pikirannya. Berikut ini dialog antara si pengembara dan Rasulullah.

Pengembara : Aku tidak mau ada azab (hukuman) dijatuhkan ke atas diriku. Aku tidak mau azab dituliskan dalam buku amalku.
Rasulullah : Kalau engkau tidak mau itu terjadi, maka berlaku baiklah kepada kedua orang tuamu.

Pengembara : Aku ingin dikenal sebagai orang yang paling pandai di kalangan umatku.
Rasulullah : Untuk itu takutlah senantiasa kepada Allah (SWT).

Pengembara : Aku juga ingin hatiku senantiasa mendapatkan pencerahan (Roshan dan Munawar).
Rasulullah : Kalau begitu kamu harus senantiasa ingat mati.

Pengembara : Aku tidak ingin jauh dari rahmat Allah.
Rasulullah : Kalau begitu perlakukanlah makhluk-makhluk Allah yang lain dengan baik.

Pengembara : Aku tidak ingin disakiti oleh musuh-musuhku.
Rasulullah : Maka selalulah kamu yakin kepada Allah dan janganlah sampai kamu menduakanNya.

Pengembara : Aku tidak ingin dipermalukan orang.
Rasulullah : Maka dari itu selalulah berhati-hati dengan tindakanmu.

Pengembara : Aku ingin hidup panjang.
Rasulullah : Selalulah berbuat baik kepada kerabatmu, panjangkanlah tali silaturrahmi.

Pengembara : Aku ingin rizkiku bertambah.
Rasulullah : Selalulah dalam keadaan berwudhu.

Pengembara : Aku ingin bebas dari azab kubur.
Rasulullah : Selalulah kamu mengenakan pakaian ketakwaan.

Pengembara : Aku tidak ingin dibakar di dalam neraka
Rasulullah : Maka dari itu jagalah mata dan lidahmu.

Pengembara : Bagaimana caranya agar semua dosa-dosaku bisa terampuni?
Rasulullah : Kau harus selalu memohon pengampunan dari Allah (SWT) dengan segenap kerendahan hati.

Pengembara : Aku ingin agar orang-orang menaruh hormat kepadaku.
Rasulullah : Kalau begitu jangan terlalu sering meminta bantuan kepada orang-orang.

Pengembara : Aku ingin selalu dimuliakan orang.
Rasulullah : Kalau begitu jangan sekali-kali menghinakan orang dan meremehkan orang.

Pengembara : Aku tidak ingin nanti tubuhku terhimpit di dalam kuburku (fishar-e-qabr)
Rasulullah : Bacalah surah Al-Mulk sesering mungkin.

Pengembara : Aku ingin kekayaanku terus bertambah.
Rasulullah : Bacalah surah Al-Waqiah setiap malam.

Pengembara : Aku ingin selamat pada hari pembalasan.
Rasulullah : Perbanyaklah dzikr kepada Allah dari mulai fajar hingga malam.

Pengembara : Aku ingin shalatku khusyu.
Rasulullah : Lakukanlah wudlu dengan penuh hikmat dan kekhusyuan.

------------------------------------------------------------

catatan : Balasan pahala dari silaturrahmi telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sebuah haditsnya. Rasulullah bersabda: "Ketika seseorang pergi menjenguk saudaranya hingga ia bisa memenuhi segala haknya dengan jiwa dan hartanya, maka Allah akan memberikan dia pahala yang sama dengan pahala yang diberikan kepada para syuhada dari setiap langkah yang ia lakukan. Allah akan menuliskan empat ribu Hasana (satuan pahala) dan Allah akan menghapuskan empat ribu dosa yang ia lakukan dan Allah akan mengangkat dirinya empat ribu derajat lebih tinggi. Orang itu akan mencapai derajat yang sama dengan derajat orang yang telah melakukan peribadatan  kepada Allah selama empat ratus tahun lamanya"


Pada kesempatan yang lain Rasulullah (saaw) pernah dilaporkan bersabda tentang silaturrahmi :
"Pahala untuk sadaqah di jalan Allah ialah sebanyak sepuluh kali, sementara itu pahala yang diberikan kepada orang yang telah memberikan pinjaman ialah sebanyak dua belas kali (sepanjang si pemberi pinjaman tetap tidak merusak wibawa dan kehormatan orang yang diberikan pinjaman olehnya). Pahala bagi setiap tingkah laku yang baik dengan mempercayai saudara-saudara seimannya ialah sebanyak 12 kali dan pahala bagi orang yang memanjangkan silaturrahmi ialah sebanyak empat puluh kali"
____________________________________________________________________


RASULULLAH DAN ORANG BEDUIN

Seorang Beduin datang masuk ke kota Medinah, kemudian ia langsung berjalan menuju mesjid. Ia ingin mendapatkan uang atau emas dari Rasulullah yang memang terkenal sebagai orang yang paling dermawan. Ketika ia tiba di hadapan Rasulullah, ia melihat Rasulullah sedang duduk bersama para sahabatnya. Rasulullah bertanya kepadanya tentang apa yang ia butuhkan dari beliau. Rasulullah kemudian memberinya apa yang dibutuhkan oleh si orang Beduin itu. Orang Beduin itu tampaknya kurang begitu puas dengan pemberian Nabi, dan ia malahan memarahi nabi dan mengatai nabi dengan kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan. Para sahabat tentu saja langsung marah dan mereka sudah bersiap-siap untuk memukuli orang Beduin itu. Akan tetapi Rasulullah yang sangat lemah lembut dan santun kepada manusia itu mencegah para sahabat agar mereka tidak memukuli orang Beduin itu. 

Rasulullah membawa orang Beduin itu ke rumahnya untu mencegah hal yang buruk terjadi padanya. Rasulullah malah setibanya di rumah memberikan orang Beduin itu lebih banyak lagi dari yang tadi ia terima dari Rasulullah. Orang Beduin itu melihat rumah yang dihuni oleh Rasulullah dan yang ia lihat sama sekali tidak seperti rumah seorang kepala negara yang biasanya sangat mewah. Orang Beduin itu sama sekali tidak melihat kemewahan sedikitpun di sana. Rumah Rasulullah sama saja dengan rumah rakyat kebanyakan. 

Orang Beduin itu tampak puas sekali dengan pemberian Rasulullah. Ia berterimakasih kepada Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah bertanya kepadanya: "Kamu telah mengatakan sesuatu yang buruk hari ini (kamu telah berkata tidak sopan--red.). Kata-katamu itu telah membuat marah para sahabatku. Aku takut bahwa mereka nantinya akan menyakiti dirimu. Untuk itu maukah dirimu menunjukkan rasa hormat di depan para sahabatku itu supaya mereka tidak lagi marah kepada dirimu dan nantinya mereka tidak lagi berani untuk menyakiti dirimu?". Orang Beduin itu menjawab: "Baiklah".

Keesokan harinya, orang Beduin itu datang ke mesjid. Rasulullah berbicara kepada para sahabatnya: "Orang ini telah berkata kepadaku bahwa ia telah puas dengan pemberian yang telah aku berikan kepadanya. Betul kan seperti itu?" Orang Beduin itu berkata membenarkan Rasulullah: "Memang benar". Orang Beduin itu tersenyum kepada para sahabat Rasulullah dan kepada Rasulullah dengan penuh kepuasan.

Rasulullah berkata kepada para sahabatnya: "Perumpamaan antara aku dan orang-orang seperti dirinya ialah seperti perumpamaan seseorang yang memiliki seekor unta yang melarikan diri dari dirinya. Orang-orang ingin menolong dirinya untuk menangkap unta itu. Mereka berlari mengejar unta itu akan tetapi unta itu malahan berlari lebih kencang lagi. Si pemilik unta tadi mencoba menghentikan orang-orang yang mengejar unta tadi. Ia berkata, 'Biarkan unta itu! Aku lebih tahu bagaimana mengendalikan unta itu. Aku lebih tahu untuk menentramkan unta itu'. Ketika orang-orang berhenti mengejar unta itu, si pemilik unta itu mengikuti unta itu dengan tenangnya. Ia mengikuti unta itu sambil menenteng sejumput rumput di tangannya.  Kemudian tanpa usah berteriak, tanpa usah mengeluarkan kata-kata umpatan dan cacian, ia mengulurkan tangannya yang memegang sejumput rumput itu"


RASULULLAH DAN ANEKDOT MENGENAI TIGA ORANG SAHABAT

Pada suatu ketika Rasulullah sedang duduk terdiam di tengah para sahabat di mesjid; saat itu tiba-tiba Rasulullah bersabda memecahkan keheningan, "Hari ini aku akan menceritakan sebuah cerita kepada kalian semua. Dalam cerita ini akan ada tiga buah teka-teki bagi kalian semua untuk dijawab". Ketika para sahabat mendengar ini mereka terdiam semuanya dan menyimak apa yang dikatakan oleh Rasulullah.

Rasulullah terus meneruskan pembicaraannya. Beliau mengatakan bahwa ada seseorang yang sudah mengetahui bahwa ajalnya itu kian mendekat dan tinggal menghitung hari. Beberapa hari lagi menjelang ia akan menemui kematiannya. Karena mengetahui bahwa kematiannya kian mendekat, ia makin ketakutan. Ia membayangkan bahwa dirinya akan terbaring sendirian di dalam liang lahat. Ia ingin memiliki teman yang akan menolongnya dan bersedia menemani dirinya di liang lahat.

Orang itu kemudian mengetuk pintu salah seorang teman baiknya dan meminta kesediaannya untuk membantu masalah yang sedang ia hadapi. Kepada teman baiknya ini, orang itu berkata, "Tentu saja aku bersedia membantu. Itulah gunanya punya teman". Akan tetapi ketika orang itu mengatakan bahwa ia dalam beberapa hari ini ia akan meninggal dunia dan ia membutuhkan temannya itu setelah ia meninggal dunia yaitu untuk menemani dirinya dalam liang lahat. Demi mendengar hal itu, temannya itu langsung saja berkata, "Ma'afkan aku kawan akan tetapi apabila kematian telah memisahkan kita maka tidak ada lagi lagi yang bisa aku lakukan untukmu selain membelikan sebuah kuburan untuk kamu beristirahat dan juga kain kafan untuk engkau kenakan". Orang itu merasa sedih dengan jawaban temannya itu akan tetapi ia masih memiliki lagi teman yang lain. Teman yang satunya lagi yang ia harapkan bisa memberikan jawaban dan bantuan kepada dirinya. 

Di depan pintu rumah temannya itu ia mengetuk pintunya. Ia bertemu dengan teman keduanya dan setelah teman yang keduanya itu mendengarkan cerita dari sahabatnya yang akan meninggal itu, teman yang keduanya itu memberikan jawaban yang sama. Teman yang kedua itu berkata, "Aku telah menemanimu selama hidupmu dan aku seringkali memberikan bantuan dan pertolongan padamu. Akan tetapi untuk yang satu ini aku tidak bisa memberikan bantuan sama sekali. Aku mungkin hanya bisa membantumu dengan membawa jenazahmu itu ke liang lahat dan menguburkanmu di dalamnya".

Setelah mendengar jawaban dari kedua temannya itu, orang itu merasa putus asa dan merasa menderita. Ia sekarang menuju temannya yang ketiga. Hatinya merasa masygul dan ia merasa yakin sekali bahwa temannya yang ketiga ini akan memberikan jawaban yang sama, akan tetapi meski begitu ia masih menyisakan sebersit harapan walaupun itu tipis.  Ketika ia bertemu dengan temannya yang ketiga, ia kembali mengatakan hal yang serupa yaitu ia membutuhkan teman yang bersedia untuk menemani dia di dalam liang lahat ketika ia sudah meninggal nanti. Temannya yang ketiga itu menjawab, "Jangan khawatir, temanku! Aku akan menemanimu hingga ke liang lahat. Aku akan tinggal bersamamu di liang lahat bahkan aku akan tetap berada di sampingmu walaupun nantinya para malaikat datang untuk menanyaimu (yaitu malaikat Munkar dan Nakir); aku juga akan menemanimu ketika kau akan menyeberangi jembatan Sirat dan aku akan membimbingmu ketika kau akan masuk ke surga nanti". "Demi mendengar jawaban ini, orang itu akhirnya menarik napas lega dan kemudian akhirnya ia meninggal dunia dengan tenang".

Rasulullah kemudian berbalik dan bertanya kepada para sahabatnya apakah mereka mengenal siapakah yang dimaksud dengan orang yang mau meninggal itu dan siapakah ketiga temannya itu. Ketika tidak ada satu orangpun yang angkat bicara, Rasulullah melanjutkan pembicaraannya, "Orang yang mau meninggal itu bisa siapa saja diantara kita ini. Sedangkan temannya yang pertama ialah uang atau kekayaan; teman yang hanya membantu dan mendampingi kita ketika kita masih hidup dan bukan ketika kita sudah meninggal dunia"

"Teman yang kedua ialah keluarga atau anak, kita telah berusaha setengah  mati untuk membiayai mereka, menghidupi mereka selama seumur hidup kita. Mereka hanya bisa mengantar kita sampai ke liang lahat kita dan memasukkan kita kedalamnya"

"Orang yang ketiga dan yang paling penting ialah amal-amalan kita. Ia yang akan mendampingi kita sepanjang perjalanan hidup kita dan juga setelah kematian kita"
------------------------------------------------------------
Pesan moral yang kita bisa dapatkan dari cerita ini ialah: Janganlah terlalu bekerja mencari harta benda duniawi semata yang hanya akan mendatangkan kesia-siaan dalam hidup kita. Akan tetapi sebaliknya kita harus bekerja keras dan berdo'a seraya meminta permohonan ampun dari Allah. Amalan baik itu akan membantu manusia sementara harta benda dan anak isteri kita akan kehilangan nilainya di hari akhirat kelak!

Simaklah hadits Rasulullah berikut ini:
"Ada tiga teman yang akan menjadi teman kita yaitu: Harta benda, Keluarga, dan Amalan kita"

"Barangsiapa yang memperbaiki urusan hari akhiratnya, maka Allah akan memperbaiki urusan dunianya dan barangsiapa yang mengurusi apa-apa yang ada diantara dirinya dan Allah, maka Allah akan mengurusi apa-apa yang ada diantara dirinya dan orang-orang lain"

"Pada saat peti jenazah seseorang telah diangkat dan dibawa, maka arwah dari yang jenazahnya ada di dalam peti mati itu akan mengikuti iringan jenazah itu sambil berkata menunjukkan penyesalannya: 'Wahai anak-anakku dan saudara-saudaraku! Ingatlah dan hati-hatilah bahwa dunia itu tidak akan menipumu seperti ia pernah menipuku. Aku telah mengumpulkan harta benda baik itu secara halal maupun secara haram dan kemudian meninggalkannya untuk orang lain. Sekarang aku tinggal dengan beban yang menumpuk (karena harta benda yang dikumpulkan itu) sementara kalian bersenang-senang dengannya; oleh karena itu, hindarkanlah dirimu dari apa-apa yang telah menimpa terhadapku'"

Tidak ada komentar: