"KEBENARAN TIDAK DITENTUKAN OLEH SEDIKIT BANYAKNYA ORANG YANG BERKATA BAHWA ITU BENAR"

Karbala Berduka

Karbala Berduka
Ya, Syahid! Ya, Madzhlum! Ya, Imam! Ya, Husein!

Rabu, 19 Oktober 2011

Sepak terjang Ka’ab al-Ahbar pada masa rezim pemerintahan Utsman bin Affan yang membuat umat Islam menyimpang lebih jauh (serial Ka’ab Al-Ahbar)/bagian 3 dari 3

 

Sepak terjang Ka’ab al-Ahbar pada masa rezim pemerintahan Utsman bin Affan

Pengaruh Ka’ab al-Ahbar terus bertambah kuat setelah kematian Umar bin Khattab. Selama masa rezim pemerintahan khalifah yang ketiga (masa kekhalifahan Utsman bin Affan), Ka’ab al-Ahbar malah dipercaya untuk memberikan fatwa-fatwa dalam urusan umat Islam dan urusan keagamaan. Utsman bin Affan sangat sering meminta pendapatnya dan menyetujui pendapatnya. Dalam rapat-rapat kenegaraan, Utsman seringkali meminta pendapat Ka’ab, dan tidak ada seorangpun yang hadir dalam rapat itu yang berani menentangnya. Kalaupun ada yang menentang Ka’ab, maka orang itu adalah orang-orang terdekatnya Imam Ali bin Abi Thalib seperti misalnya Abu Dzar al-Ghifari. Abu Dzar bisa sangat marah sekali dengan hal ini. Pada suatu ketika Abu Dzar marah karena mendengar Ka’ab mengeluarkan fatwa dan ia memukul Ka’ab dengan sebuah tongkat yang dibawanya sambil berkata:

“Hai anak dari wanita Yahudi! Apakah engkau ingin mengajari kami tentang agama kami?”

Ka’ab juga mencoba-coba untuk menyenangkan hati Mu’awiyyah bin Abu Sufyan dengan mengatakan kepadanya bahwa setelah Utsman bin Affan, yang akan memimpin umat Islam itu ialah Mu’awiyyah. Dengan bermanis-manis seperti itu kepada Mu’awiyyah, sebenarnya Ka’ab ingin menyelamatkan dan mengamankan dirinya serta masa depannya agar ia bisa lebih memperluas pengaruhnya di kalangan kaum Muslimin.

Pada suatu waktu Utsman sedang dalam perjalanan kembali dari perjalanan haji ditemani oleh Mu’awiyyah dan sang kusir karavan waktu itu sedang melantunkan sya’ir yang isinya meramalkan bahwa Ali bin Abi Thalib akan menjadi khalifah setelah Utsman bin Affan memimpin. Ka’ab menuduh sang kusir karavan itu telah menyenandungkan sya’ir yang penuh dusta dengan mengatakan:

“Demi Allah, engkau telah berdusta dengan sya’irmu. Penguasa setelah Utsman itu adalah dia yang sedang mengendarai keledai pirang.”

Yang dimaksud oleh Ka’ab waktu itu tidak lain ialah Mu’awiyyah dan ia pada waktu itu juga berdusta dengan mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi itu (informasi tentang khilafah) dari kitab Perjanjian Lama! Padahal dalam kitab itu tidak ada informasi tentang itu sama sekali!

Mu’awiyyah juga seringkali memerintahkan Ka’ab al-Ahbar untuk membuat-buat dusta tentang keunggulan kota Damaskus serta para penghuninya kalau bisa dibuat lebih dari kota lain atau provinsi lain sehingga timbul kebanggaan orang-orang Damaskus dan muncul perasaan kagum orang-orang yang tidak bermukim di kota Damaskus itu.

(LIHAT: REFERENSI SUNNI / AHLUSSUNNAH:
  • Ibn al-Athir, Kamil, volume 3, halaman 76, lebih dikenal sebagai Ali Ibn al-Sahibani…….cetakan kedua (Mule Reference/bagian tentang keledai)
  • al-Tabari, Tarikh, volume 4, halaman 343, dicetak oleh Dar al-Maarif, Kairo (Mule Reference/bagian tentang keledai)
  • Ibn Hajar Asqalani (seorang ulama ahli hadits dari Sunni), al-Isabah, volume 5, halaman 323 (Mu’awiyyah ordering reference/bagian tentang perintah Mu’awiyyah)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEJADIAN-KEJADIAN LAINNYA

Ahmad meriwayatkan bahwa Jabir Ibn Abdullah mengatakan bahwa Umar telah datang kepada Rasulullah (SAAW) sambil membawa sebuah kitab yang ia dapatkan dari beberapa para pengikut Ahlul Kitab. Umar kemudian secara sengaja membacakan keras-keras kitab itu di depan Rasulullah (SAAW). Rasulullah waktu itu tampak marah karena Umar melakukan perbuatan yang tidak layak. Rasulullah kemudian berkata:

“Wahai putera Khattab, demi Dia yang jiwaku ada di tanganNya. Seandainya Musa saat ini masih hidup, maka ia itu harus mengikutiku.”

Al-Bukhari melaporkan bahwa Ibn Abbas telah berkata:

“Bagaimana mungkin engkau bertanya kepada Ahlul Kitab tentang segala sesuatu padahal kitabmu itu, yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya adalah kitab yang terbaru? Kalian membacanya tanpa perubahan dan penambahan dari yang selain Qur’an. Al-Qur’an telah memberitahu kita bahwa orang-orang Ahlul Kitab telah merusak kitab mereka dan mengubah-ubah kitab mereka.”

Di sisi lain (berlawanan dengan Ibn Abbas), dua begundal Mu’awiyyah yaitu Abu Hurairah dan Abdullah Ibn Amr Al-Aas telah berdusta dengan mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

“Ambillah dari kaum Yahudi itu, karena kalian tidak akan berdosa karenanya”

Juga al-Bukhari pernah menuliskan dalam Shahih Bukhari, hadits no 4667 sebagai berikut:
Rasulullah bersabda, “Sampaikanlah pada orang-orang walaupun itu satu ayat; dan sampaikan pada orang-orang cerita-cerita dari Bani Israil karena kalian tidak akan berdosa apabila melakukannya.”

Untuk kesekian kalinya saya utarakan bahwa dalam sejarah dikenal luas bahwa ABU HURAIRAH dan ABDULLAH BIN AMR AL-AAS itu adalah MURID SETIA dari KA’AB AL-AHBAR. Abdullah Ibn Amr Al-Aas pernah diberi 2 ekor unta yang membawa dua buah peti berisi kitab-kitab dari Ahlul Kitab dan Abdullah Ibn Amr al-Aas senantiasa memberikan informasi dan nasihat kepada kaum Muslimin berdasarkan kitab-kitab yang ia dapat dari Ahlul Kitab itu.

Ibn Hajar al-Asqalani, yang dikenal sebagai ulama Sunni yang ahli hadits—terutama hadits dari Shahih Bukhari—mengatakan:

“Oleh karena itu, banyak sekali para tabi’in (murid-murid para sahabat Nabi) tidak mau mengambil keterangan atau informasi dari Abdullah Ibn Amr al-Aas”

(LIHAT: Fath al-Bari karya Ibn Hajar al-Asqalani, volume 1, halaman 167)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PERNYATAAN-PERNYATAAN KA’AB AL-AHBAR YANG TEREKAM SEJARAH:

1. TENTANG ARAH KIBLAT YANG UTAMA

Ka’ab al-Ahbar berusaha keras untuk menyebar-luaskan cerita-cerita Israiliyyat (cerita-cerita musykil dari agama Yahudi) di kalangan kaum Muslimin dan sampai sekarang cerita-cerita itu banyak sekali yang dipercayai atau diyakini kebenarannya oleh kaum Muslimin.
Salah satunya ialah tentang arah kiblat yang dulunya dipakai juga oleh kalangan Ahlul Kitab yaitu Baitul Muqadas.   

Ibn Asakir dalam Tarikh –nya ia menuliskan kata-kata Ka’ab tenteng arah kiblat:

أحب البلاد الى الله الشام و أحب الشام الى الله القدس
 
“Negeri yang paling dicintai Allah ialah Syam (Syria) dan yang paling dicintai di Syam ialah Quds”

(Jadi Syria dan Quds lebih dicintai dan lebih berharga di mata Allah daripada Mekah dan Madinah)

LIHAT: Ibn Asakir; “Sejarah kota Damaskus”  (History of the city of Damascus), volume 1, halaman 110, Damascus Print
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. TENTANG NEGERI SYAM ATAU SYRIA

تسعة أعشار الخير بالشام وجزئه في سائر الأرضين
 
“ Allah sudah memberikan 9 persepuluh (9/10) kebaikan dan keberkahan kepada negeri Syria dan memberikan sisanya untuk seluruh dunia”

LIHAT: Ibn Asakir dalam “Sejarah kota Damaskus”; volume 1, hala man 147
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. TENTANG NEGERI-NEGERI LAINNYA
 
خمس مدائن من مدن الجنة : بيت المقدس وحمص و دمشق وجبرين وظفار اليمن
 
“ Ada lima kota dari kota-kota di surga, yaitu: Bait al-muqodas, Hums, Damaskus, Jabrin (kota satelit dari Baitul Muqodas) dan Zafar al-Yaman (tempat dimana dulu Ka’ab pernah tinggal sebelum ia hijrah ke kota Madinah dan kemudian pindah ke Syria)”

LIHAT: Ibnu Asakir, volume 1, halaman 211—212
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

4. TENTANG HARI PENGHISABAN DAN KURSI ALLAH

اربعة اجبل : جبل الخليل ولبنان و الطور والجودى يكون كل واحد منهم يوم القيامة لولوة بيضاء ما بين السماء واالأرض يرجعن الى بيت المقدس حتى يجعل في زواياة ويضع الجبار جل جلاله عليها كرسيه حتى يقضى بين اهل الجنة والنار وترى الملائكة حافين من حول العرش يسبحون بحمد ربهم و قضي بينهم بالحق و قيل الحمدلله رب العالمين:         

“Pada hari penghisaban ada 4 buah gunung yang bernama Jabal al-Khalil yang terletak di dekat Bait-ul-muqodas dimana di atasnya ada kuburan Ibrahim al-Khalil; kemudian Jabal Lebanon (daerah pegunungan di Libanon); kemudian Jabal Tur (daerah pegunungan Tur); dan Jabal al-Judi (daerah pegununan Judi) semuanya akan bercahaya seperti untaian mutiara diantara langit dan bumi. Pada hari itu keempat gunung itu akan dikembalikan ke Bait-ul-muqodas dan akan ditempatkan di keempat sudut kota. Kemudian Allah akan menempatkan kursi tahtaNya di sana dan dari sana Allah akan memberikan penghisaban apakah seseorang itu akan masuk surga atau neraka. Kemudian Allah akan membacakan ayat al-Qur’an sebagai bukti:

“Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling Arasy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". (QS. Az-Zumar: 75)

LIHAT: Ibnu Asakir, volume 2, halaman 122; Jalaluddin as-Suyuthi, Durrul Mantsur, volume 5, halaman 344
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5. TENTANG KEUTAMAAN NEGERI SYRIA DAN PARA PENDUDUKNYA

Ka’ab berkata: “Pada hari penghisaban, orang-orang Syria akan diberitahu bahwa Allah akan menjaga dan mengurusi mereka sama seperti seorang prajurit yang menjaga dan memasukkan anak-anak panah ke sarung panahnya. Allah berbuat seperti itu karena Syria adalah tempat yang paling dicintai Allah dan para penduduknya adalah orang-orang makhluk-makhluk yang paling dicintai Allah”

Ka’ab menambahkan: “Barangsiapa yang memasuki negeri Syria, maka ia senantiasa ada dalam kasih sayang Allah dan RahmatNya dan barangsiapa keluar dari kota itu maka ia akan menjadi orang yang merugi”

LIHAT: Tarikh oleh Ibnu Asakir, volume 1, halaman 110
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

6. TENTANG TEMPAT BERLINDUNG DARI BENCANA BAGI KAUM MUSLIMIN

Ka’ab berkata: “Tempat berlindung bagi kaum Muslimin dari bahaya dan bencana ialah kota Damaskus; dan tempat kelahiran Dajjal ialah sungai Abu Fatras (tempat di dekat Ramallah di Palestina) dan tempat perlindungan dari GOG dan MAGOG ialah gunung Tur”

LIHAT: Ibnu Asakir, volume 1, halaman 232
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
7. KA’BAH SUJUD
 
ان الكعبة تسجد لبيت المقدس في كل غداة

“Setiap pagi hari, Ka’bah itu sujud kepada Bait-ul-Muqodas”

LIHAT: Tafsir Durrul Mantsur, volume 1, halaman 136
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

8. TENTANG KEUTAMAAN UMAR BIN KHATTAB

Pada suatu ketika dalam sebuah kesempatan dengan Umar bin Khattab, Ka’ab al-Ahbar berkata:


انا لنجدك فى كتاب الله على باب من ابواب جهنم تمنع الناس ان يقعوا فيها فاذامت لم يزالوا يقتحمون فيها الى يوم القيامة

“Kami telah menemukan nama tuan di dalam kitabullah (yang dimaksud oleh Ka’ab ialah Torah/Perjanjian Lama). Di sana dijelaskan bahwa tuan telah ditempatkan di pintu neraka dan tuan menghalangi orang-orang supaya tidak memasukinya. Akan tetapi ketika tuan meninggal orang-orang tidak henti-hentinya memasuki neraka hingga hari penghisaban nanti”

LIHAT: At-Tabaqat-ul-Kubra, volume 3, halaman 240 (European print) atau volume 3, halaman 332 (Beirut print)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

9. UMUR UMAR

“Apabila Umar meminta pada Allah untuk membolehkan dirinya hidup terus, maka Allah tentu saja akan memberikannya hidup yang sangat panjang”

LIHAT: At-Tabaqat-ul-Kubra, volume 3, halaman 257 (European print) atau volume 3, halaman 354 (Beirut print)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MASIH BANYAK LAGI PERNYATAAN-PERNYATAAN KA’AB AL AHBAR YANG SEKIRANYA DITULISKAN DI SINI MAKA AKAN MEMAKAN BANYAK SEKALI RUANG DAN WAKTU UNTUK PENULISANNYA.

Tidak ada komentar: