"KEBENARAN TIDAK DITENTUKAN OLEH SEDIKIT BANYAKNYA ORANG YANG BERKATA BAHWA ITU BENAR"

Karbala Berduka

Karbala Berduka
Ya, Syahid! Ya, Madzhlum! Ya, Imam! Ya, Husein!

Rabu, 19 Februari 2014

(free e-book) SUNNAH–SYI’AH DALAM DIALOG SANTAI ANTARA MAHASISWA UGM, UII (YOGYAKARTA) BERSAMA USTADZ HUSSEIN AL-HABSYI

KLIK SAJA GAMBAR DI BAWAH INI UNTUK MEN-DOWNLOAD E-BOOK INI (GRATIS)

1. Benarkah Syi ‘ah itu Kafir?

2. Bagaimana pendirian Madzhab Syi’ah tentang sahabat Nabi Saww?

3. Benarkah Syi‘ah berpendapat bahwa Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman itu tidak sah?

4. Benarkah Syi‘ah itu meragukan Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan bahkan tidak menggunakannya? Apakah dengan membuang Hadits-hadits riwayat Abu Hurairah, Islam ini akan lenyap? Dan bagaimana akhirnya nanti?

5. Mohon penjelasan tentang Hadits Tsaqalain (Qur’an wa Sunnati) atau Qur’an wa Itrahi AhIi Baiti mana yang lebih shahih?

6. Kalau Sunnah pada zaman Nabi ternyata tidak dibukukan, tetapi mengapa sampai juga kepada kita dan dipakai oleh kita Ahlussunnah. Kemudian apakah mungkin di zaman itu ada pemalsu-pemalsu Hadits?

7. Apakah Itrah itu? Apakah yang dimaksud ltrah itu sampai keturunan Rasulullah SAWW yang sekarang ini atau mungkin ada batasannya?

8. Di mana turunnya ayat yang berkenaan dengan peristiwa Ghadir Khum dan berkaitan dengan peristiwa apa?

9. Benarkah tuduhan bahwa Syi’ah itu menambah dan mengurangi ayat-ayat Al Qur’an dan melakukan perubahan-perubahan?

10. Mengapa Syi’ah Imamiyah kalau Shalat hanya tiga waktu?

11. Bagaimapa menurut faham kita Ahlus sunnah tentang masalah Raj’ah?

12. Mungkin Ustadz tahu apa sebenarnya makna Rafidhah?

Dalam jawabannya terhadap pertanyaan mereka, Ustadz Husein menggunakan pendapat Ahlus sunnah, dengan maksud agar serangan-serangan (tuduhan-tuduhan) yang dilemparkan kepada Madzhab Syi’ah lmamiyah dapat dihentikan karena kedua Madzhab itu tidak berbeda dalam masalah-masalah pokok.

Semoga risalah kecil yang kami kutip dari kaset tanya jawab Ustadz Husein dengan para mahasiswa ini, dengan kami tambahkan catatan kaki dan setelah kami tanyakan kepada Ustadz sebagai sumber rujukan, maka dapat menambah wawasan pengetahuan kita, agar kita tidak mudah memvonis saudara-saudara kita sesama muslim secara in-absentia dan teks-book thinking kita.












Tidak ada komentar: