"KEBENARAN TIDAK DITENTUKAN OLEH SEDIKIT BANYAKNYA ORANG YANG BERKATA BAHWA ITU BENAR"

Karbala Berduka

Karbala Berduka
Ya, Syahid! Ya, Madzhlum! Ya, Imam! Ya, Husein!

Jumat, 29 Agustus 2014

Seorang sahabat Nabi dikutuk Imam Ali hingga ada tanda kutukan di wajahnya

KITAB AL-MA’ARIF KARYA IBNU QUTAYBAH

Di bagian akhir dari kitabnya Ibnu Qutaybah yang berjudul Kitab al-Ma’arif, ada bagian yang sangat menarik perhatian kita yaitu pada bagian yang diberijudul “al-Baras” dimana ia menuliskan nama-nama orang-orang yang terkena serangan penyakit lepra (leprosy) atau leukoderma sepanjang masa hidupnya. Dari daftar nama-nama orang dalam sejarah Islam yang dicatat oleh Ibnu Qutaybah ialah Anas bin Malik—salah seorang sahabat Nabi yang terkenal di dunia Muslim Sunni karena hadits-hadits yang melalui dirinya itu jumlahnya cukup banyak dan terkenal. Ibnu Qutaybah menuliskan juga bagaimana sejarahnya hingga Anas bin Malik menderita penyakit lepra atau kanker kulit yang menyebabkan cacat di wajahnya yang tidak bisa ditutupi seumur hidupnya. Ibnu Qutaybah menyebutkan bahwa penyakit yang diderita oleh Anas bin Malik itu disebabkan oleh kutukan Imam Ali (as) terhadap dirinya.

Ada sesuatu yang menggelikan dalam buku terbitan Mesir dari karya Ibnu Qutaybah ini. Ada kalimat terakhir yang konon katanya ditulis oleh Ibnu Qutaybah sendiri yang menyebutkan bahwa Ibnu Qutaybah meragukan kebenaran dari kisah itu. Lucunya kalimat terakhir ini tidak ada dalam kitab aslinya karya Ibnu Qutaybah yang usianya sekitar 700 tahun. Kitab aslinya itu sekarang tersimpan di Perpustakaan The British Library!!!

Klik tandadi bawah ini untuk melihat gambar secara utuh dari manuskrip yang telah di-scan untuk tujuan ini.  Untuk studi yang lebih serius anda bisa melanjutkan ke link Guide to Online Libraries (JUST CLICK) yang menghubungkan anda dengan perpustakaan dunia.

 

SUMBER TUDUHAN

[LIHAT: Al-Ghadir fi al-Kitab wa al-Sunnah wa al-Adab, karya Allamah al-‘Amini, Beirut Edition, volume 1, halaa 235]

ANALISA DAN BUKTI-BUKTI

Ibnu Qutaybah al-Dinawari hidup diantara tahun 213H sampai 276H dan ia termasuk seorang ulama Sunni yang paling awal yang menulis banyak sekali karya-karya penting mengenai Al-Qur’an dan Ilmu-ilmu Hadits. Kitab al-Ma’arif yang ia tulis berisi beberapa anekdot dan informasi biografis tentang masyarakat Muslim pada abad-abad awal.

Kejadian itu (Kejadian Imam Ali mengutuk Anas bin Malik hingga bekas kutukannya membekas di wajah Anas bin Malik) termaktub dalam kitab karya Ibnu Qutaybah yang diterbitkan di Mesir. Anda bisa melihat kutipannya di bawah ini:

LIHAT: Kitab al-Ma’arif, Ibnu Qutaybah al-Dinawari (meninggal tahun 276H), halaman 251, Cairo: Matba’at al-‘Islamiyyah, 1353H/1935M

Al-Baras (Lepra atau Leukoderma)

Anas bin Malik memiliki al-Baras (bukti) di wajahnya. Beberapa orang melaporkan bahwa ‘Ali—semoga Allah meridhoinya—bertanya kepadanya apakah ia masih ingat mengenai sabda Rasulullah—shalawat dan salam atasnya—yaitu: “Ya Allah, bimbinglah dia yang menerima kepemimpinannya dan musuhilah dia yang memusuhinya.” Dia (Anas bin Malik) berkata: “Aku ini sudah tua dan aku sudah lupa!” Lalu ‘Ali berkata kepadanya: “Apabila engkau berdusta, semoga Allah memberimu tanda putih yang tidak akan pernah bisa engkau tutupi dengan sorbanmu.”

 

ABU MUHAMMAD BERKATA: “TIDAK ADA DASAR SAMA SEKALI”

Harus semua kita ketahui bahwa yang namanya ABU MUHAMMAD yang dimaksud tidak lain adalah Ibnu Qutaybah sendiri. Abu Muhammad adalah nama julukan (nama Kunyah) dari Ibnu Qutaybah sendiri. Jadi itu artinya Ibnu Qutaybah sudah memasukan anekdot kejadian kutukan Imam Ali itu kedalam karyanya akan tetapi kemudian ia mengira bahwa kejadian itu tidak mungkin terjadi. Ia meragukan kejadian itu pernah terjadi.

 

LALU APA MASALAHNYA DARI PERNYATAAN INI?

Ada tiga masalah yang bisa kita simpulkan dari pernyataan ini:

PERTAMA: Allamah al-‘Amini, dalam kitab Al-Ghadir, volume 1, halaman 236, menyatakan bahwa sejak awal hingga akhir dari Kitab al-Ma’arif, tidak ada pernyataan dari Ibnu Qutaybah yang menyebutkan bahwa ia meragukan tentang kejadian itu! Gaya penulisan dari buku itu jelas-jelas menunjukkan bahwa si penulis (IBN QUTAYBAH) hanya menuliskan apa yang memang ia yakini sebagai kebenaran. (Apa untungnya menuliskan sebuah kejadian yang kita tidak yakini pernah terjadi, kemudian kita beri komentar bahwa itu tidak pernah terjadi tanpa ada orang yang mempermasalahkan itu sebelumnya—red)

KEDUA: Seorang ulama Sunni dari golongan Muatzillah yang bernama Ibnu Abi Al-Hadid (meninggal tahun 656H), pernah menuliskan dalam Sharh Nahj al-Balaghah, Ibn Abi Al-Hadid al-Mu’tazili (meninggal tahun 656H), volume 3, halaman 388

... Ibnu Qutaybah telah menceritakan kepada kita kisah tentang penyakit lepra atau leukodermia (hadits al-baras) yang dihubungkan dengan kutukan Amirul Mukminin ‘Ali (as) terhadap Anas bin Malik, dalam kitab Kitab al-Ma’arif dalam bab ‘bab al-baras min a'yan al-rijal'.Dan Ibnu Qutaybah tidak bisa kita tuduh sebagai orang yang memiliki kecenderungan khusus kepada Imam Ali. Malahan di berbagai kesempatan ia terkenal kelihatan sekali cenderung berseberangan atau memilih sisi yang berlainan dengan Imam Ali. 

Tampaknya salinan dari kitab Kitab al-Ma’arif yang dilihat oleh Ibnu Abu Al-Hadid tidak mengandung kalimat terakhir yang ada dalam edisi Mesir seperti yang disebutkan di atas.

KETIGA ATAU TERAKHIR: Ada sebuah salinan lainnya dari kitab Kitab al-Ma’arif  dalam bentuk sebuah manuskrip yang berusia kurang lebih 700 tahun yang menegaskan kecurigaan kita  

Kitab al-Ma'arif, Ibn Qutaybah al-Dinawari (meninggal tahun 276 AH), folio 118r
Manuscript: British Library catalogue reference Or. 1491
Dated last day of Sha'ban, 710 AH (1310 CE)
[Foll. 136; 9.75 in. by 7.25; 25 lines, 5.5 in. long]

Al-Baras (Lepra/Leukoderma)

Anas bin Malik memiliki al-baras [bukti atau tanda] di wajahnya. Beberapa orang menyebutkan bahwa ‘Ali pada suatu ketika bertanya kepadanya tentang sebuah hadits atau sabda Rasulullah—shalawat dan salam atasnya—yang berbunyi: “Ya Allah, bimbinglah orang yang menerima kepemimpinannya dan musuhilah orang yang menjadikan dia musuhnya.” Dia (Anas) berkata: “Aku ini sudah tua dan aku sudah lupa!” Lalu ‘Ali—salam semoga tercurah kepadanya (‘alaihi salam)—berkata kepadanya: “Apabila engkau berdusta, maka Allah akan memberikanmu sebuah tanda putih yang tidak akan bisa engkau tutupi dengan sorban.”

Bandingkanlah teks ini dengan teks dari kitab Kitab al-Ma’arif terbitan Mesir di atas. Meskipun halaman ini merekam penuh seluruh kejadian dimana Imam Ali (as) mengutuk Anas bin Malik yang menyebabkannya terkena lepra atau tanda putih di wajahnya, tapi sama sekali TIDAK ADA TULISAN yang menyebutkan bahwa “ABU MUHAMMAD MENGATAKAN TIDAK ADA DASAR SAMA SEKALI”!!!

Juga lihatlah “Salam Hormat”—‘Alaihi Salam—yang diberikan kepada ‘Ali yang terdapat dalam edisi yang dicetak di Mesir.

 

AKAN TETAPI SEBUAH HADITS TANPA SANAD YANG PENUH BUKANKAH TIDAK BISA KITA PERCAYAI?

Kitab al-Ma’arif itu bukanlah sebuah kitab yang dipenuhi hadits-hadits yang ditulis lengkap dengan rantai sanadnya. Ibnu Qutaybah itu terkenal sebagai seorang ulama yang seringkali mengungkapkan kekecewaanya terhadap Imam Ali (as) akan tetapi ia—ketika menulis Kitab al-Ma’arif—memasukkan anekdot (kutukan Imam Ali terhadap Anas bin Malik) yang ia yakini ada kebenaran di dalamnya.

 

KALAU BEGITU, ADAKAH SUMBER-SUMBER YANG BISA DIPERCAYA YANG BISA MENGUATKAN KEJADIAN INI?

Ada. Tentu saja ada. Ada beberapa sumber yang kita bisa temukan kejadian ini (kejadian dimana Imam Ali (as) telah mengutuk Anas bin Malik karena ia berbohong terhadap kepemimpinan Imam Ali (as)). Sumber-sumber itu menjelaskan secara rinci dan lengkap rantai sanad dari kejadian ini. Sumber-sumber ini telah diteliti dalam riset yang dilakukan oleh Allamah al-‘Amini dan bisa anda temukan dalam karyanya yang berjudul Al-Ghadir terbitan Lebanon (Beirut Edition), volume 1, halaman 207—238. Bagi anda yang ingin mencari kebenaran dan selalu haus akan kebenaran pastilah tentunya akan segera mencari sumber ini.

 

KAPANKAH RASULULLAH (SAW) BERKATA KEPADA IMAM ALI: “YA, ALLAH. JADIKANLAH SAHABATMU ORANG YANG MENJADIKAN DIA SAHABAT”?

Pernyataan Rasulullah itu sebenarnya merupakan bagian dari kejadian yang jauh lebih agung lagi yaitu peristiwa Ghadir Khum ketika Imam Ali (as) secara nyata dan terang benderang ditunjuk sebagai penerus Nabi yang menggantikan kedudukan Nabi sebagai pemimpin umat; menjaga risalah Illahi. Untuk lebih jelas lagi bisa dilihat dalam referensi berikut ini:

 

KESIMPULAN

Kita bisa simpulkan di sini bahwa yang namanya kebenaran itu senantiasa ada orang yang mencoba menutup-nutupi atau menyimpangkannya. Caranya bisa dengan berbagai macam cara. Salah satunya seperti yang terjadi pada peristiwa pengutukan oleh Imam Ali terhadap Anas bin Malik ialah dengan menyisipkan pernyataan palsu yang dinisbahkan kepada Ibnu Qutaybah seolah-olah dirinyalah yang memang menuliskan pernyataan itu.

Tidak ada komentar: