"KEBENARAN TIDAK DITENTUKAN OLEH SEDIKIT BANYAKNYA ORANG YANG BERKATA BAHWA ITU BENAR"

Jumat, 23 Januari 2015

(free e-book) TANAH FADAK DAN KESERAKAHAN POLITIK

 

TINGGAL KLIK SAMPUL-NYA UNTUK MENGUNDUH

tanah fadak dan keserakahan politik

 

TANAH FADAK: SEBUAH WARISAN DARI SEORANG UTUSAN TUHAN

Tanah Fadak itu sebenarnya merupakan sebuah masalah pelik antara dua orang individu yang menduduki tingkat yang tinggi di dalam masyarakat Islam. Dua orang individu itu juga dihormati oleh seluruh madzhab Islam. Kaum Ahlusunnah sangat menghormati dan memuja Abu Bakar dan menghormati Bunda Fathimah az-Zahra; sementara kaum Syi’ah memuliakan figur Bunda Fathimah az-Zahra tapi tidak memberikan penghormatan yang lebih pada sosok Abu Bakar karena masalah tanah Fadak dan masalah lainnya yang berkenaan dengan kedua tokoh ini.

Tanah Fadak itu ialah sebidang tanah yang diberikan kepada Rasulullah (SAW) oleh orang-orang Yahudi dalam sebuah perjanjian yang saling menguntungkan. Rasulullah diberikan tanggung-jawab atas tanah itu. Yang diributkan oleh seluruh kelompok madzhab Islam itu ialah apakah tanah Fadak itu dikelola oleh Rasulullah sebagai pribadi atau sebagai kepala Negara.

Setelah wafatnya Rasulullah (SAW), puteri Rasulullah—Bunda Fathimah az-Zahra—mengklaim tanah Fadak sebagai hak milik pribadi karena tanah itu merupakan warisan dari Rasulullah untuk dirinya. Akan tetapi klaim Bunda Fathimah az-Zahra itu ditentang oleh rezim pemerintah yang berkuasa pada waktu itu dengan alasan bahwa ada “hadits” yang menyebutkan bahwa Rasulullah itu tidak memiliki warisan sama sekali.

Sebelum kita berbicara terlalu jauh tentang hal ini, perkenankanlah kami untuk menyebutkan sebuah tafsiran dari salah seorang kawan kita dari kelompok Ahlusunnah (Sunni). Kawan Sunni kita itu mengatakan bahwa kepemilikan dan status dari tanah Fadak itu adalah masalah yang khusus dan berdiri sendiri. Yang menjadi masalah disini ialah bukan hanya tentang perkara warisan semata akan tetapi siapakah yang sedang memperkarakan warisan tersebut dan dari siapa warisan itu berasal. Bunda Fathimah binti Muhammad itu adalah puteri Rasulullah yang terkenal kejujurannya dan kesalehannya. Itu sudah dua hal. Hal yang lain ialah ia menuntut sebidang tanah yang diklaim sebagai haknya. Bunda Fathimah az-Zahra yang dirinya dikenai oleh ayat kesucian tentu saja tidak akan menuntut tanah Fadak apabila dirinya tidak memiliki bukti yang kuat karena kalau ia tidak bisa menunjukkan bukti itu, maka ia akan kehilangan kesuciannya yang sudah dijamin oleh Allah Ta’ala. Ini jelas tidak mungkin terjadi. Tidak mungkin seorang puteri Rasulullah bertindak ngawur. Jadi kalau ada yang ngawur, maka itu mestinya orang yang tidak memberikan tanah Fadak itu kepada Bunda Fathimah az-Zahra (as).

Itulah pendirian kami. Bagi orang yang tertarik untuk membahas hal ini lebih jauh, buku sederhana ini adalah untuk anda.

Rabu, 21 Januari 2015

BUKU-BUKU TENTANG SYI’AH GRATIS (FREE E-BOOKS)

 

BERIKUT INI ADALAH BUKU-BUKU TENTANG SYI’AH ATAU TENTANG ISLAM SECARA UMUM YANG ANDA BISA DOWNLOAD SECARA GRATIS. MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT.

(KLIK SAJA SAMPUL BUKUNYA UNTUK MENGUNDUH)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1.

Judul buku: abdullah ibn saba tokoh fiksi dalam perang unta

“Abdullah bin Saba: Tokoh Fiksi dalam Perang Unta”

Penerbit/Penyusun:

ISLAM ITU CINTA

Jumlah Halaman:

72 halaman

 

 

2.

Ahmad Deedat tentang iranJudul Buku:

“Ahmad Deedat tentang Iran”

Penerbit/Penyusun;

 ISLAM ITU CINTA

Jumlah Halaman:

43 halaman

 

3.

Alien tuhan baru di negara maju

Judul buku:

“ALIEN: TUHAN BARU DI NEGARA MAJU”

Penulis:

Apep Wahyudin / ISLAM ITU CINTA

Jumlah Halaman:

195 halaman

 

4.

PARA SAHABAT NABI MENURUT HADITS DAN AYAT SUCIJudul Buku:

“Para Sahabat Nabi menurut Hadits dan Ayat Suci”

Penerbit/Penyusun;

ISLAM ITU CINTA / SDOL

Jumlah Halaman:

95 halaman

 

5.

Imama kepemimpinan penerus nabi penjaga risalah illahi

Judul Buku:

IMAMAH: Kepemimpinan Penerus Nabi, Penjaga Risalah Illahi

Penulis/Penerbit: Sayyid Saeed Akhtar Rizvi /

ISLAM ITU CINTA

Jumlah Halaman:

127 halaman

 

6.

KA'AB AL-AHBAR

Judul Buku:

“KA’AB AL-AHBAR: Pembawa Pengaruh Agama Yahudi di dalam Keyakinan Para Sahabat Nabi”

Penerbit/Penyusun:

ISLAM ITU CINTA

Jumlah Halaman:

27 halaman

 

7.

KEDASYHATAN ILMU IMAM JA'FAR AS-SADIQ

Judul Buku:

“Kedasyhatan Ilmu Imam Ja’far as-Sadiq”

Penyusun/Penerbit:

ISLAM ITU CINTA / FEEDBOOKS

Jumlah Halaman”":

70 halaman

 

8.

ketika nabi ditolong 5 orang nasrani

Judul Buku:

“Ketika Nabi ditolong Lima Orang Nasrani, dimanakah gerangan para sahabat Nabi?”

Penerbit/Penulis:

ISLAM ITU CINTA / Yasser Al-Madani

Jumlah Halaman:

12 halaman

 

9.

Judul Buku: Kaum Wahabi itu bilang Yazid Amirulmukminin

Kaum Wahabi itu bilang: “Pembunuh cucu Nabi itu Amirul Mukminin”

Penerbit/Penyusun:

ISLAM ITU CINTA / www.al-islam.org /Sheikh Abdillah Nasser

Jumlah Halaman:

38 halaman

 

10.

Khalid bin Walid penjahat perang

Judul Buku:

KHALID BIN WALID: “Benarkah ia pahlawan perang?”

Penerbit/Penyusun:

ISLAM ITU CINTA / SHIAPEN

Jumlah Halaman:

73 halaman

 

11.

Nabi pun menangisi imam husein

Judul Buku:

NABI PUN MENANGISI IMAM HUSEIN

Penerbit/ Penyusun:

ISLAM ITU CINTA / www.al-islam.org

Jumlah Halaman:

11 halaman

 

12.

peran 'aisyah dalam islam

Judul Buku:

Peran ‘Aisyah dalam Islam

Penerbit/Penyusun:

SDOL / ISLAM ITU CINTA

Jumlah Halaman:

51 halaman

 

13.

perang unta perang saudara pertama dalam islam

Judul Buku:

PERANG UNTA: Perang Saudara Pertama dalam Islam

Penerbit/Penyusun:

ISLAM ITU CINTA / A Restatement of Islamic History

Jumlah Halaman:

69 Halaman

 

14.

Perbedaan antara Syi'ah dan Sunni bukan halangan untuk persaudaraan

Judul Buku:

Perbedaan mendasar antara Syi’ah dan Sunni, bukan penghalang persaudaraan

Penerbit/Penulis:

ISLAM ITU CINTA / Sayyid Saeed Akhtar Rizvi

Jumlah Halaman:

29 halaman

 

15.

perebutan khilafah di saqifah

Judul Buku:

Perebutan Kursi Khilafah Sepeninggal Rasulullah

Penerbit/Penyusun:

ISLAM ITU CINTA / A Restatement of Islamic History

Jumlah Halaman:

44 halaman

 

16.

pluralisme for dummies pluralisme untuk pemula

Judul Buku:

PLURALISM FOR DUMMIES: “Pluralisme untuk Pemula”

Penulis/Penerbit:

Apep Wahyudin / ISLAM ITU CINTA

Jumlah Halaman:

140 halaman

 

17.

Saudi dan Israel bersatu melawan Iran dan Palestina

Judul Buku:

Saudi dan Israel bersatu melawan Iran dan Palestina

Penerbit/Penulis:

ISLAM ITU CINTA / Ramtanu Maitra

Jumlah Halaman:

12 halaman

 

18.

SYI'AH DI DALAM MUSNAD IBN HANBAL

Judul Buku:

Syi’ah di dalam Musnad Ibn Hanbal

Penerbit/Penyusun:

ISLAM ITU CINTA / DR. Sayyid Kazim Tabataba’i / www.al-islam.org

Jumlah Halaman:

66 halaman

 

19.

Sunnah-Syi'ah dalam dialog santai

Judul Buku:

Sunnah-Syi’ah dalam Dialog: Dialog antara Ust. Hussein al-Habsy bersama para mahasiswa UGM dan UII Yogyakarta

Penerbit/Penyusun:

(disusun ulang tanpa mengubah isi oleh ISLAM ITU CINTA)

Jumlah Halaman:

58 halaman

 

20.

cover buku putih mahzab syiah digital

Judul Buku:

Buku Putih Madzhab Syi’ah

Penulis/Kata Pengantar:

Tim Ahlul Bayt Indonesia (ABI) / Prof. Dr. Qurays Shihab

Jumlah Halaman:

272 halaman

 

21.

FATHIMAH AZ-ZAHRA

Judul Buku:

Fatimah az-Zahra: Wanita Teladan Sepanjang Masa

Penulis:

Ibrahim Amini

Jumlah Halaman:

221 halaman

 

 

22.

22719872

Judul Buku:

ILUSI NEGARA ISLAM

Pengantar/Editor:

GUS DUR

Jumlah Halaman:

325 halaman

 

 

23.

buku pintar berdebat dengan wahabi

Judul Buku:

Buku Pintar Berdebat dengan Wahhabi

Penulis/Penerbit:

Muhammad Idrus Ramli / Bina ASWAJA

Jumlah Halaman:

100 halaman

 

24.

fikih islam berdasarkan fatwa

Judul Buku:

FIKIH ISLAM berdasarkan Fatwa Ayatullah Sayyid Ali Sistani

Penulis/Penerbit:

Ayatullah Sayyid Ali Sistani

Jumlah Halaman:

479 halaman

 

25.

then i was guided

Judul Buku:

Then I was Guided

Penulis:

Dr. Muhammad a-Tijani as-Samawi

Jumlah Halaman:

187 halaman

 

26.

shia the real followers of ahlu sunnah

Judul Buku:

The Shia: The Real Followers of the Sunnah

Penulis:

Dr. Muhammad al-Tijani al-Samawi

Jumlah Halaman:

259 halaman

 

27.

ask those who know

Judul Buku:

Ask Those Who Know

Penulis:

Dr. Muhammad al-Tijani al-Samawi

Jumlah Halaman:

230 halaman

 

28.

madzhab alternatif

Judul Buku:

Madzhab Alternatif (Perbandingan Syi’ah-Sunnah)

Penulis:

Dr. Muhammad at-Tijani as-Samawi

Jumlah Halaman:

309 halaman

 

 

 

Buku-buku lainnya: (klik saja link-nya)

  1. al-Murojaat-Dialog-sunni-syiah-(Sayyed-allamah-syarafuddin-al-musawi-ra)
  2. Isu-Isu-Penting-Ikhtilaf-Sunnah-Syiah
  3. sunnah-syiah-dalam-dialog
  4. Sunnah-Syiah-dalam-dialog-mahasiswa-UIN-Sunan-Kalijaga-Jogjakarta
  5. Tanggapan-atas-buku-Gen-Syiah
  6. Akhirnya-Kutemukan-Kebenaran-Dr.sayyid-Muhammad-al-Tijani-al-Samawi
  7. Fiqih-ahlulbayt-untuk-tingkat-pemula
  8. Fiqih-Amaliyah-Praktis-(Sayyid-Husain-al-Kaff)
  9. Asyura-dan-Tradisi
  10. Sejarah-Singkat-Majelis-Ratapan-al-Husain
  11. Tiga-Faktor-Kebangkitan-Imam-al-Husain(as)
  12. Tragedi-Karbala_-Peristiwa_-Riwayat_-Sejarah-Asyuro-10-muharram
  13. Tragedi-Karbala-dan-Menjawab-Pelbagai-Keraguan-Tentangnya
  14. Abu-Hurairah-dan-pemalsuan-hadits-(Sayyid-allamah-syarafuddin-al-Musawi)
  15. Dialog-Imam-Ali-(as)-dengan-dewan-syuro-di-Saqifah-Bani-Saidah
  16. Fatwa-Ulama-Islam-Dunia-Mengenai-Syiah
  17. Kitab-Muktamar-Baghdad-(Dialog-Sunni-Syiah)
  18. MENGAPA-AKU-MEMILIH-MAZHAB-AHLULBAIT-ASa

 

Selasa, 06 Januari 2015

(free e-booklet to dowload) Mengapa harus mengikuti Ahlul Bayt Nabi?


Ini buku kedua dari serangkaian buku berjudul ENSIKLOPEDIA SYI’AH. Anda bisa mengunduh dengan meng-klik judul buku di bawah ini:
 2 mengapa harus mengikuti ahlul bayt nabi 

AHLUL BAYT NABI ITU SEBAIK-BAIKNYA MADZHAB
Karena menurut hadits ats-Tsaqalayn (Dua Perkara yang sangat berharga) Ahlul Bayt itu disejajarkan oleh Allah dengan al-Qur’an, maka Ahlul Bayt itu jelas memiliki kualitas yang sama dengan al-Qur’an. Seperti al-Qur’an yang benar dari awal hingga akhir tanpa ada sedikitpun keraguan mengenai kebenaran yang ada di dalamnya; maka Ahlul Bayt itu juga memiliki kesamaan kualitas. Ahlul Bayt itu sempurna dan setiap perintahnya harus dituruti dan ditaati. Karena Ahlul Bayt senantiasa benar, maka akal sehat kita berkata bahwa kita wajib untuk meneladani, menuruti, dan mentaati Ahlul Bayt. Kita harus mengikuti kelompok orang yang benar dan senantiasa beserta kebenaran.
Oleh karena itu, tidak ada alasan sama sekali untuk menolak, berpaling, dan membenci kepemimpinan Ahlul Bayt. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti dan mentaati ajaran dan agamanya. Kaum Muslimin sebenarnya terikat kepada hadits Nabi yang menyuruh kita untuk mengikuti mereka dan tidak mengikuti orang-orang lainnya. Berpaling dari Ahlul Bayt itu sama saja dengan berpaling dari al-Qur’an yang tidak mungkin dilakukan oleh kaum Muslimin yang taat. Karena ketika Allah menyandingkan Ahlul Bayt sejajar dengan al-Qur’an dan keduanya disebut sebagai DUA PERKARA YANG BERHARGA, maka kita harus memiliki sikap yang sama terhadap keduanya. Kita tidak boleh berpaling dari Ahlul Bayt untuk kemudian mengikuti orang lain yang tidak diperintahkan dan tidak diwajibkan bagi kita untuk mengikutinya dan mentaatinya. Setelah menyebutkan HADITS ATS-TSAQALAYN, Ibnu Hajar menyebutkan bahwa:
“Kata-kata (yang ada di dalam hadits itu) menunjukkan bahwa anggota keluarga Ahlul Bayt itu dengan segenap kemuliaannya memang lebih unggul dari manusia manapun.”
(LIHAT: REFERENSI SUNNI
  • al-Sawa’iq al-Muhriqah, oleh Ibn Hajar, halaman 136.)
Rasululla dilaporkan pernah bersabda:
“Barangsiapa yang ingin hidup dan mati seperti aku dan kemudian memasuki surga (setelah kematiannya), seperti yang dijanjikan oleh Allah kepadaku, yaitu surga yang abadi, maka hendaknya ia mengenali putera-putera Ali, karena mereka adalah orang-orang yang tidak pernah meninggalkan kalian di luar pintu petunjuk dan tidak juga mereka membiarkan kalian memasuki pintu kesesatan.”
(LIHAT: REFERENSI SUNNI
  • Kanz al-Ummal, oleh al-Muttaqi al-Hindi, volume 6, halaman 155, Hadits nomor 2578.
  • Juga lihat di seberang Kanz al-Ummal pada catatan pinggir dari Musnad-nya Ahmad Ibn Hanbal, volume 5, halaman 32.)







Sabtu, 03 Januari 2015

(free e-booklet to dowload) BELAJAR SYI’AH DARI ORANG SYI’AH ….. SUPAYA TIDAK SALAH KAPRAH


CLICK TO DOWNLOAD
Ensiklopedia Syi'ah 1 Qur'an dan Ahlul Bayt
Sebuah buku berjudul “A Shi’ite Encyclopedia” yang dipajang di www.al-islam.org adalah salah satu buku tentang Syi’ah yang cukup bisa menjelaskan tentang Syi’ah secara ringkas tapi rinci. Buku seperti ini jelas sangat diperlukan oleh kita semua baik untuk mengenal Syi’ah lebih dalam (bagi yang baru berkenalan dengan madzhab ini).
Untuk mereka yang memiliki pandangan terbuka, wawasan luas, dan sikap bijak, buku ini tentu saja akan disambut dengan kedua tangan terbuka. Walaupun ia memiliki pandangan madzhab yang berbeda, ia akan meluangkan waktu untuk membaca buku ini judul-demi-judul, karena kami akan memposting buku ini kedalam beberapa bagian.
Buku ini akan kami persembahkan kepada anda bagian demi bagian untuk memudahkan pembahasan. Insya Allah.
Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi jembatan perbedaan antara dua kelompok besar Islam: Ahlu Sunnah (SUNNI) dan Ahlul Bayt (SYI’AH). Amin.

Senin, 29 Desember 2014

ARBAEEN WALK/JALAN KAKI PADA HARI ARBA'IN (jalan kaki dengan ketulusan cinta pada cucu sang Nabi)




taken and adapted from:
http://www.independent.co.uk/



Jalan kaki menuju surga ................


Salah satu rombongan jema’ah keagamaan terbesar di dunia sedang berlangsung. Jutaan kaum Muslim Syi’ah sedang mempertaruhkan nyawanya untuk berjalan kaki melintasi negara Irak.

Mereka sedang bergerak menuju ke kota suci Karbala yang terletak 62k di sebelah Barat Daya kota Baghdad. Mereka melakukan hal itu demi memperingati hari Arba’in yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 12 Desember (2014). Perjalanan mereka sebelumnya menjadi sasaran kaum teroris yang tidak suka terhadap rombongan jema’ah ini.

Peringatan hari Arba’in (hari keempat puluh) itu adalah peringatan untuk memperingati hari ke-40 kesyahidan Imam Husein (as)—cucu Nabi yang dibantai bersama para anggota keluarga Nabi lainnya oleh bala tentara Khalifah Yazid bin Mu’awiyah—yang terjadi pada tahun 680M.

Malam Arba’in, 12 Desember 2014 di Karbala


Kaum Muslim Syi’ah memandang Imam Husein sebagai Imam ketiga mereka dan mereka memperingati kesyahidannya dalam Perang tak berimbang di Karbala. Imam Husein dan anggota keluarga Nabi lainnya dibantai dan dipenggal masing-masing kepalanya oleh bala tentara bayaran yang disuruh oleh Khalifah Yazid bin Mu’awiyah.

Kota suci Karbala sendiri kemudian menjadi tempat kuburan Imam Husein dan beberapa anggota keluarga Nabi lainnya dan sekarang menjadi kota tujuan bagi 20 juta pasang kaki—tua muda, laki-laki perempuan, miskin kaya, normal maupun cacat. Mereka semua bergerak menuju satu titik dengan segenap rasa cinta kepada Imam-nya. Mereka datang dari berbagai negara. Tidak kurang dari 40 negara yang ikut ambil bagian dalam prosesi akbar ini pada tahun 2013. Sedangkan tahun ini (2014) diperkirakan jumlahnya melonjak menjadi 25 juta dan dari negara yang lebih banyak lagi jumlahnya.


Semua berjalan kaki, menuju satu titik yang pasti
Peluh dan penat menyiksa badan, tak sedikitpun kami hiraukan
Wahai Al-Husein junjunan kami, duhai cucu terkasih Nabi
Kami datang, kami datang, walaupun rintangan banyak menghadang


Rombongan jema’ah umat Hindu di Kumbh Mela diperkirakan sebagai rombongan jema’ah terbesar sedunia akan tetapi mereka melakukan itu hanya sekali dalam 3 tahun saja. Sedangkan jema’ah haji di kota Mekah hanya dipadati sejumlah 2 juta jiwa saja. Dan Jalan Kaki Arba’in diadakan tiap tahun dan tiap tahun pula jumlahnya bertambah. Diperkirakan tahun depan jumlahnya menjadi yang terbanyak sedunia dan akan masuk ke Guiness Book of Record. Siap-siap saja.

INILAH TITIK YANG MEREKA TUJU ……… MAKAM SUCI AL-HUSEIN (as)


Ada puluhan korban jatuh pada ARBA’IN WALK tahun lalu karena serangan kelompok teroris ISIS dan teroris milisi Sunni (Wahabi) lainnya. Mereka menggempur jema’ah tak berdosa yang sama sekali tidak bersenjata ini dengan bom bunuh diri dan roket-roket yang ditembakkan ke arah mereka. Akan tetapi ini sama sekali tidak membuat mereka takut apalagi kapok. Jumlah mereka malah bertambah jauh lebih banyak lagi dari tahun ke tahun.


Labayka, ya Husein! Labayka, ya Husein!

Dua buah bom mobil di sebelah selatan kota Baghdad menjadikan 24 orang syahid pada tanggal 16 Desember (2013) sementara bom bunuh diri digunakan untuk menyerang para jema’ah itu 3 hari setelahnya—menyebabkan 36 orang syahid.ISIS dan kelompok teroris Sunni (Wahabi) lainnya berada di belakang pembunuhan sadis ini. Mereka dengan pengecutnya membunuhi orang-orang yang tidak bersenjata. Kaum ISIS dan teroris Sunni (Wahabi) menganggap kaum Syi’ah ini sebagai orang-orang sesat dan layak untuk dijadikan target pembunuhan. Selain dibunuh boleh juga dijarah barang atau harta miliknya dan kehormatannya. Mereka menggunakan cara kekerasan demi untuk menegakkan kekhalifahan di negara Irak dan Syria.

Keamanan ditingkatkan di sekitar kota Karbala menyongsong kedatangan para jema’ah akan tetapi tetap saja para jema’ah itu bersikeras untuk berjalan kaki dari kota Najaf sekitar 55 mil jauhnya dari kota Karbala. Dan itu dekat sekali dengan wilayah yang dikuasai oleh kelompok teroris ISIS. Rupanya rasa takut terhadap ISIS tidak melebihi rasa cinta para jema’ah kepada cucu Nabi, Al-Husein. Rasa cinta mengalahkan segalanya.

Pada hari Arba’in tahun 2008, Sayyid Mahdi al-Modarresi mengisahkan pengalamannya sendiri. Ia menuliskan pengalamannya di THE HUFFINGTON POST sebagai berikut:
“Itu sebuah jema’ah yang riuh sekali akan tetapi sangat damai dan menentramkan hati. Rombongan itu mirip longsoran salju yang terdiri dari kaum laki-laki dan wanita; dewasa dan anak-anak. Akan tetapi yang paling nampak jelas ialah kaum wanita yang memakai pakaian dan jilbab serba hitam—sejauh mata memandang dari satu ujung pandangan ke ujung lainnya. Rombongan itu begitu banyaknya sehingga memblokade jalanan hingga beratus-ratus mil jauhnya.”
“Beberapa jema’ah malah memilih untuk berjalan kaki lebih jauh lagi. Mereka berjalan dari kota Basrah ke Karbala yang jauhnya sekitar 425 mil; dan mereka berjalan sampai dua minggu lamanya. Mereka menantang panasnya matahari di siang hari; dan dinginnya cuaca yang menusuk tulang di malam hari. Selain itu mereka juga harus melalui daerah-daerah yang dikuasai oleh para teroris.” 
“Arba’in Walk seharusnya didaftarkan kedalam Guiness Book of World Records untuk beberapa kategori sekaligus seperti: perkumpulan tahunan terbesar sedunia; meja makan terpanjang sedunia; kumpulan orang yang makan bersama secara gratis terbesar di dunia; rombongan sukarela terbesar sedunia; dan itu dilakukan di bawah bayang-bayang ancaman serangan teroris yang menyisipkan anggotanya untuk melakukan bom bunuh diri.”
ALLAHU AKBAR! SHALAWAT!

Dengan perbekalan secukupnya di punggung, mereka berjalan dengan semangat menggunung


Bendera dan panji dikibarkan, menambah semarak acara Arba’in Walk tahunan



Berkenalan dengan saudara seiman, kemudian berfoto bersama mengabadikan kenangan



Ada juga yang berjalan tanpa alas kaki, karena dulu keluarga Nabi pun diseret lewat jalan ini tanpa alas kaki

 
 Makan bersama di sepanjang jalan .......... tua muda semua kebagian

MENGHARAPKAN KEAJAIBAN, MEREKA BERJALAN DENGAN PENUH RASA CINTA DAN PENGORBANAN

Taken from:
KARBALA, Iraq — Amir Faez al-Atbi, 20 tahun, datang dari Provinsi Babil (100km jauhnya dari sebelah selatan kota Baghdad). Ia senantiasa mempersiapkan dirinya setiap tahun untuk ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Arba’in. Ia ikut bersama rombongan manusia lainnya dari berbagai penjuru dunia untuk menuju ke satu titik—kota suci Karbala, tempat Imam Husein, cucu Nabi, dikebumikan. Kaum Muslimin yang cinta pada cucu Nabi (Al-Husein) melakukan perjalanan jauh sekali dengan berjalan kaki. Di Irak sendiri (dimana kota suci Karbala terletak), kaum Muslimin datang dari berbagai kota dan wilayah seluruh penjuru Irak. Atbi sendiri tinggal di Babil. Kota itu seringkali dilewati orang-orang yang hendak menuju ke kota suci Karbala.


Menuju kota Karbala yang suci

Secara singkat bisa dikatakan bahwa Hari Arba’in itu ialah sebuah peringatan keagamaan yang diselenggarakan kaum Muslim Syi’ah di seluruh penjuru dunia yang diselenggarakan sebagai sebuah kewajiban sosial dan pada hari itulah banyak sekali orang-orang yang bisa menyaksikan keajaiban-keajaiban yang terjadi di sepanjang perhelatan acara.

Oleh Adnan Abu Zeed (Posted December 9, 2014) Translator Pascale el-Khoury
 
BEBERAPA KISAH


Atbi pada hari itu bangun pagi sekali untuk menyiapkan hidangan minuman teh bagi para jema’ah Arba’in yang lewat di depan rumahnya. Ia berkata: 

“Kebanyakan dari para pemuda di sini secara suka rela melayani para jema’ah setiap tahun. Mereka menyiapkan paviliun-paviliun mereka atau ruangan-ruangan kosong lainnya untuk tempat para jema’ah melepaskan rasa lelah atau untuk mereka tidur. Kami juga menyiapkan makanan dan minuman bagi mereka dan obat-obatan bagi para jema’ah yang sakit,” tutur Atbi kepada Al-Monitor.com.

Paviliun yang mereka sediakan itu menjadi tempat persinggahan sementara bagi para jema’ah. Paviliun itu dirancang sedemikian rupa sehingga bisa memudahkan bagi mereka untuk segera dijadikan tempat untuk beristirahat secara cepat.



Mereka menawarkan rumah-rumah mereka untuk disinggahi para jema’ah secara gratis



Setiap rumah penduduk berlomba-lomba untuk disinggahi para jema’ah. Bahkan terkadang sedikit memaksa. Mereka ingin tempat mereka medapatkan keberkahan dari jema’ah Arba’in ini

Wajah lelah bertemu dengan wajah yang ramah. Kehangatan yang ditemui dimana-mana selama Hari Arba’in

Mari saudaraku! Marilah singgah ke rumahku!
Kami siapkan makanan dan minuman bagi kalian.


Setelah peringatan Hari Arba’in, mereka membereskan lagi paviliun-paviliun itu agar bisa digunakan lagi untuk Peringatan Hari Arba’in di tahun berikutnya. Jalan-jalan yang dilalui para jema’ah juga sudah dipersiapkan secara matang hingga para pejalan kaki yang sudah berjalan jauh sekali—puluhan kilometer jauhnya—menuju kota Karbala, bisa berhenti sejenak untuk makan dan minum atau untuk mendapatkan pertolongan tertentu bagi yang sakit dan membutuhkan bantuan segera.


Ada yang menawarkan tisu gratis, untuk menyeka keringat yang membasahi badan



Ada yang menawarkan minuman segar gratis, untuk melepaskan dahaga yang menyiksa



Buah-buahan ini juga gratis, jadi silahkan ambil kalau merasa lapar



Buah gratis, buah gratis! Silahkan pilih, silahkan coba!




Sate gratis, silahkan!




Manisan, manisan, silahkan!



PICTURES MOSTLY TAKEN FROM:
Abu Ali, 86 tahun, tidur di sebuah kasur di tanah yang ada di samping paviliun dimana Atbi sudah sediakan untuk disinggahi para jema’ah. Abu Ali sudah berjalan kaki sejauh 30 kilometer jauhnya untuk mencapai kota Karbala. Ia berkata bahwa ia sudah melakukan ARBA’IN WALK ini, setiap tahun, puluhan kali dalam hidupnya.

Sudah menjadi tradisi bagi rakyat Irak setiap tahunnya untuk mempersiapkan diri mereka sekitar satu bulan sebelumnya agar bisa menyambut dan memperingati Hari Arba’in—Hari untuk memperingati kesyahidan Imam Husein bin Ali (as), cucu terkasih dari Nabi Muhammad (SAW). Ini adalah tradisi dari kaum Muslim Syi’ah yang diselenggarakan dengan cara memperingati Hari Keempat-puluh hari Wafatnya Imam Husein, dengan mengungjungi makamnya dan berziarah di sana. 

Falah al-Khafaji, salah seorang sukarelawan yang memberikan pelayanan relijius, bercerita kepada Al-Monitor.com, “Kegiatan keagamaan ini tidak saja berupa shalat atau penghormatan kepada simbol-simbol suci keagamaan, akan tetapi kegiatan keagamaan ini sudah menjadi tradisi masyarakat dimana sesuatu yang suci sudah menjadi kebiasaan bagi kalangan awam sekalipun.”

“Setiap keluarga dan setiap suku berusaha untuk berlomba-lomba untuk menunjukkan eksistensinya di dalam konvoi keagamaan itu. Nama-nama relijius bersanding dengan nama-nama suku. Setiap nama suku dituliskan pada spanduk dan bendera-bendera—satu sama lain seperti tidak mau kalah,” ia menambahkan. 

Direktur akademis dan sekaligus mantan direktur Al-Najaf Satellite TV Channel Ali Moamen menyoroti dimensi sosial dari kegiatan relijius tahunan ini. Ia berkata kepada Al-Monitor, “Kegiatan relijius tahunan ini adalah kegiatan relijius tahunan terbesar di dunia, karena jumlah orang yang terlibat di dalamnya melebihi 15 juta jiwa atau sekitar sepertiga penduduk negara Irak.”

Ia kemudian melanjutkan lebih lanjut lagi, “Yang paling menari dari kegiatan relijius tahunan ini ialah bahwa manusia yang terlibat di dalamnya datang dari seluruh segmen dan strata sosial yang berbeda-beda. Walaupun sifatnya relijius, ada juga orang-orang yang tidak terlalu relijius juga terlibat di dalamnya. Ada orang-orang yang buta huruf; ada orang-orang terdidik yang berpendidikan tinggi dengan memiliki bermacam ragam gelar kesarjanaan. Ada orang-orang awam dan ada juga para pemimpin dari suatu negara tertentu.”

Selama prosesi kegiatan keagamaan ini—selama orang-orang melakukan perjalanan jauh dengan jalan kaki ini—ada orang-orang yang membaktikan dirinya untuk melayani para jema’ah itu. Mereka biasanya menyebut diri mereka sebagai para pelayan Husein—atau Khaddam of Husein. Mereka memberikan berbagai jenis pelayanan secara suka rela dan tanpa bayaran sama sekali. Mereka menyediakan makanan dan minuman; bahkan sebagian dari mereka juga menawarkan penginapan.

Saeed Abdul-Hussein, 50 tahun, berjalan sejauh 200km jauhnya dari kota Samawah (270km sebelah selatan kota Baghdad). Ia berjalan kearah tepian kota Hillah di provinsi Babil. Begitulah yang disampaikan olehnya kepada Al-Monitor ketika ia sedang berjalan yang lamanya beberapa hari. Segala kebutuhannya sudah dipenuhi oleh masyarakat sekitar yang dilaluinya sepanjang perjalanan. Ia tidak lagi perlu untuk berbelanja kebutuhan hidupnya.


Berdo'a di tempat yang sama; kaya-miskin, tua-muda; bahkan berlainan madzhab juga


Sementara itu Kareem Alabi, seorang anggota dewan kotapraja dari kota Hamzah al-Gharbi (sekitar 20km sebelah selatan provinsi Babil). Ia menggantungkan gambar-gambar atau foto-foto para syuhada tentara Irak di sepanjang jalan balaikota yang disebut dengan Gharib Tous, di sepanjang jalan menuju kota Karbala. Ia menggantung-gantungkan foto-foto ini karena ia menganggap pertempuran tentara Irak melawan teroris ISIS itu mirip dengan apa yang terjadi dalam Pembantaian Keluarga Nabi di Karbala, dimana dalam pembantaian itu Imam Husein dicincang tubuhnya, dipenggal kepalanya.

Haj Amin Hassan, salah satu sponsor dari acara keagamaan tahunan ini, berbicara kepada Al-Monitor bahwa kekalahan teroris ISIS di Jurf al-Sakhar dimungkinkan karena ada campur tangan dari keberkahan Imam Husein. “Ini salah satu dari mukjizat dari Imam Husein,” katanya. 

Hassan menggambarkan salah satu keajaiban atau mukjizat lainnya: “Seorang laki-laki menderita penyakit arthritis. Ia malah mengikuti jema’ah jalan kaki ini menuju kota Karbala. Kejadian itu terjadi tahun lalu. Setelah mengikuti jema’ah jalan kaki itu, ia sembuh total dan itu terjadi ketika ia melihat sesosok penampakkan di malam hari. Dan sosok itu menyentuh dirinya dan akhirnya ia sembuh,” kata Hassan.

Orang-orang Irak seringkali menceritakan kejadian-kejadian ajaib seperti ini dalam berbagai macam media termasuk media sosial. Sebagai jawaban kepada orang-orang yang meragukan peristiwa-peristiwa ajaib itu, Abu Mohammad al-Amiri menayangkan beberapa video footage dari salah seorang peziarah ke kota Karbala—yang dulunya tidab bisa berbicara sama sekali. Selama ia berjalan kaki menuju kota Karbala, ia mulai bisa berbicara setelah sebelumnya ia merasakan ada sesuatu yang aneh keluar dari kerongkongannya yang sebelumnya menghambat dirinya untuk berbicara. Ketika itu terjadi, saudara lelakinya mulai menangis bahagia; ia bersimpuh berdo’a dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah dan berterimakasih kepada Imam Husein (as).




Amiri menceritakan hal ini kepada Al-Monitor melalui akun Facebook-nya. Ia memperlihatkan video-nya sendiri untuk membuktikan kepada kaum sesat (begitulah ia menyebutkan orang-orang yang tidak percaya kepada mukjizat) bahwa Imam Husein telah menunjukkan sebuah mukjizatnya yang ia lihat dengan mata kepala sendiri.

Hassan Salman, seorang penulis sekaligus pemimpin dari the Board of Trustees of the Iraqi Media Network (IMN), bercerita kepada Al-Monitor, “Para peziarah jalan kaki Arba’in itu hampir semuanya mengalami pengalaman sejarah, pengalaman relijius, dan merasa dekat dengan Tuhan—terutama mereka yang memang sedari awal merupakan pengikut Syi’ah (Ahlul Bayt Nabi). Mereka juga mengalami semacam dimensi politis tertentu setelah melakukan perjalanan jalan kaki itu.”

Jalan kaki Arba’in tahun 2014 yang katanya hampir mencapai 25 juta jiwa yang ikut serta


Salman menambahkan, “Kita lihat bahkan orang-orang sakit dan orang-orang yang cacat fisik pun ikut ambil bagian dalam acara jalan kaki Arba’in ini—dan mereka berharap mendapatkan kesembuhan dari acara itu. Merek melakukan itu untuk menentang rasa sakit mereka dan berharap penyembuhan dari Allah Ta’ala. Ada banyak sekali cerita atau kejadian misterius yang berhubungan dengan acara ritual ini yang akhirnya mendorong orang-orang untuk ikut ambil bagian melakukan hal yang sama.”

Rasa persaudaraan terjalin di perjalanan

Walaupun banyak sekali orang-orang yang tidak setuju dan menentang kegiatan relijius ini yang datang dari berbagai macam kelompok madzhab yang berbeda keyakinan, tetapi setiap orang tanpa kecuali sepakat bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat akbar dimana setiap orang secara penuh semangat berpartisipasi. Sebagian ikut dalam rombongan itu, sebagian lagi membantu orang-orang yang ikut. Mereka merasakan kedekatan dan ikatan emosional yang demikian tinggi. Perasaan yang menimbulkan rasa persatuan dan kekeluargaan yang tinggi. Perasaan yang akan bisa menaghasilkan sebuah kekuatan yang dasyhat sekali. Kekuatan yang sangat ditakuti oleh musuh-musuh Islam.

(Alhamdulillah. Taken from several sources.)